03/15/17

Ratusan Buruh Semarang Telanjang Dada


VIVA.co.id - Ratusan buruh pabrik PT Simoplas di Kota Semarang, Jawa Tengah, memprotes perusahaan yang tak membayarkan upah. Mereka nekat melakukan aksi long march 4 kilometer dengan bertelanjang dada.
Aksi itu dilakukan para buruh laki-laki dari Jalan Ahmad Yani menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang di Jalan Ki Mangunsarkoro pada Kamis, 23 Februari 2017. Mereka bermaksud mengadukan PT Simoplas yang tak kunjung membayar gaji mereka selama delapan bulan.
Zaenudin, seorang buruh PT Simoplas, mengaku ia dan ratusan buruh lain kecewa akibat ulah perusahaan yang sewenang-wenang memperlakukan para karyawan.
"Pihak manajemen perusahaan telah bertindak semena-mena terhadap nasib kita. Selain tak membayar upah delapan bulan, sebagian karyawan juga di-PHK (pemutusan hubungan kerja) tanpa kejelasan," ujar Zaenudin di sela aksi unjuk rasa itu.
Menurut data yang dihimpun Zaenudin, ada 1.500 buruh yang tak dibayar upahnya. Bahkan, premi asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mereka selama setahun juga tak dibayar perusahaan.
Di tengah karut-marut gaji, perusahan plastik itu justru sepihak mempekerjakan 400 buruh lain. Hal itu memicu gejolak yang sangat dirasakan para karyawan.
"Aksi kita kali ini bukan pertama. Sebelumnya kita lakukan aksi serupa karena tunjangan hari raya (THR) kita juga tak diberikan," kata Zaenudin.
Dia berharap, melalui mediasi dengan Dinas Tenaga Kerja, tuntutan mereka kepada perusahaan bisa dipenuhi. Mereka juga mendesak Pemerintah Kota Semarang bisa memberikan sanksi kepada perusahaan.
Menurut Sri Lestari, wanita buruh di PT Simoplas, penundaan gaji selama delapan terakhir sangat berdampak pada kondisi ekonomi keluarganya. Setelah di-PHK tanpa pesangon, dia kini harus berutang di mana-mana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Ratusan buruh itu masih melakukan mediasi dengan pemilik pabrik di kantor Dinas Tenaga Kerja. Mereka juga akan berunjuk rasa ke ke kantor BPJS Kota Semarang. Mereka akan mempertanyakan iuran BPJS yang tidak dibayarkan sejak Oktober 2016.


Advertisements